Rasa cemburu pun sering menghantui ku disaat ku sering melihat mereka berjalan berdua disaat datang dan pulang Sekolah. Tapi tak menggapa karena aku pun mengerti orang yang sedang jatuh cinta dunia pun serasa milik berdua. meskipun disisi lain mereka belum memiliki hubungan yang sah dalam agama.
Hari demi hari ku lewati seakan-akan aku menunggu datang nya hari dimana aku bisa memiliki nya.
Harapan demi harapan sudah ku luap kan didalam hati. Agar akhir nya aku bisa bersamanya.
Bait demi bait nama nya pun selalu ku ikut sertakan di dalam do'a ku. Semoga dia adalah jalan hidup ku. Tetapi aku salah, karena semua itu hanya sebatas angan-angan ku yang selalu hadir di setiap
pikiran ku.
Terkadang aku sering bertanya-tanya kepada diri ku sendiri pantas kah orang sesederhana ku bisa memiliki seseorang yang berkeinginan untuk mendapatkan kekasih yang mapan. Kekasih yang dapat memuaskan hati nya akan materi. Karena aku pun tau orang tua nya pernah menceritakan tentang dia kepada ku.
Pada saat itu aku pun mulai mengerti mungkin sudah naluri seorang perempuan ingin mendapatkan kekasih yang mapan.
Panas nya hati seperti nya sudah menjadi hal yang biasa, karena aku sendiri satu sekolah dengan dia. Setiap ku melangkah kan kaki ku di atas terik nya matahari aku pun sering memandang dia dari kejauhan. Meskipun tak terlalu nampak paras nya yang indah dan senyuman yang selalu membuat ku terpana, Namun aku pun selalu merasakan dia selalu dekat dengan ku. Meskipun dia bukan milik ku.
Dan seiring berjalannya waktu saat aku lulus sekolah aku pun sudah tidak lagi mendengar kabar dia.
Namun terakhir ku dengar ternyata dia sudah menikah dengan seseorang yang dia pilih. Namun ku sangka dia menikah dengan pacar ya waktu sekolah dulu. Ternyata perkiraan ku salah, dia menikah dengan orang yang mungkin keluarga nya sudah saling mengenal. Dan mungkin ada sedikit kisah perjodohan diantara keluarga mereka.
Di saat pernikahan mereka pada tahun 2017 silam, disitu lah pengharapan ku sudah runtuh. Niat hati yang selalu di iringi dengan do'a kini sudah sirna. Hati pun mulai rapuh seakan-akan tidak ada lagi jalan untuk bisa memilikinya. Hanya bisa meratapi hati dengan penuh kekecewaan.
Namun akan terapi terkadang aku menyadari, aku tak harus seperti ini. Mungkin Tuhan memberikan jalan lain untuk ku yang ku yakin kan jalan itu adalah jalan yang terbaik untuk ku. Dan mungkin juga ini adalah awal agar aku bisa mendewasakan diri. Perjuangan ku untuk bangkit pun sudah mulai terniatkan. Keteguhan hati yang selalu di uji dengan rasa kecewa pun sudah ku tegak kan.
Aku tak memaksakan diri ku untuk bisa melupakan nya. Karena " Orang yang pernah kita kenal tidak akan pernah bisa dilupakan, Namun kita hanya tidak menyadari bahwa kita pernah mengenal nya". Ardian Cahya|28|01|2017
Dan hingga saat ini aku pun sudah mulai terbiasa dengan hati yang sudah pulih kembali.
Aku pun menyesali betapa bodoh nya aku yang selalu berharap dan terus berharap kepada orang yang tidak akan mungkin bisa aku miliki.
Namun semuanya sudah berubah setelah aku mengenal seorang wanita yang dikehendaki Tuhan untuk mengenal ku. seseorang yang telah mengobati ku saat aku jatuh dari harapan.
Dia tempat ku berbagi suatu kisah. Dan dia juga memberi ku waktu untuk bisa bersamanya disaat aku gundah. Aku pun tak menyangka mengapa aku bisa mengenal dia. Mungkin akhir dari kisah ini adalah awal dari cerita ku pada dia. Salam Kenal Wanita yang ku kenal pada tanggal 10 September 2017.
Ardian Cahya|28/Januari/2018

0 komentar: