Hujan di waktu pagi mengingatkan ku saat bersamanya-Sejauh mata
memandang di bawah rintikan hujan aku pun melihat dia berjalan sendiri
melangkah kan kaki untuk menuju suatu harapan yang kau cita-citakan.
Namun aku tak mau diam sendiri. Karna aku tersadar seorang wanita tak
harus berjalan sendiri dibawah rintikan hujan.
Menjadi seorang yang bertanggung jawab dan selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya, itu lah yang selalu tersirat dihatiku. Meski ku tau mungkin dia merasa biasa-biasa saja saat berjalan sendirian. Tak ada orang yang menjaga dan melindungi. Dia merasa itu tak masalah. Apakah dia pernah berfikir bahwa orang yang selalu memikirkannya sering merasa gelisah atas kekhawatiran yang membuat nya takut dia kenapa-napa. Menurut ku kesalahan yang sering di dialami dari dua insan di setiap hubungan yaitu tidak menghargai dengan apa yang telah dilakukan, yang dia sendiri terkadang tidak mengerti semua itu dilakukan untuk kebaikannya jua.Aku sendiri pernah berfikir bahwa dia adalah wanita yang harus ku lindungi, ku perhatikan dan ku jaga.
" Jangan kau pandang bahwa seberapa jauh aku telah memperjuangkan mu
Tetapi Sadarlah dan tanya kan lah pada dirimu sendiri mengapa kau sangat berarti di dalam hidup ku |Ardian Cahya|05/02/2018 ".
Pagi itu adalah pagi yang mungkin membuat ku kesal, karena sudah banyak perkataan yang ku ucapkan untuk membuat dia mengerti, mengapa aku sangat memperdulikannya. Dia selalu mengelak seakan-akan tidak mau menerima kepedulian ku. Dan dia berbohong seakan-akan ku tak tau hal itu tak terjadi. Harus kah sesuatu selalu di sembunyikan jika sesuatu itu tidak akan merugikan satu sama lain. Harus kah setiap aku bertanya tentang sesuatu dia harus selalu berbohong demi aku tidak mengetahui lebih jauh tentang tentang dirinya. Maaf... aku tak sebodoh yang dia kira. Hujan pun menjadi saksi betapa peduli nya aku kepadanya. Ku ingin dia tau bahwa kepedulian ku adalah bukti bahwa aku sayang padanya. Semoga dia mengerti.
Dia pun juga telah membuat ku binggung dengan petunjuk yang di arahkan pada ku.
Dan aku pun bertanya ke padanya .
" ##### dimana alamat yang mau kau tuju ? " Tanya ku
" Di sini,.... eh lain kesana lagi.....disini aja yhhh." Kata dia.
Aku pun mulai binggung " sendiri mengapa tidak dia kata kan saja alamat yang sebenarnya dimana." kata ku di dalam hati.
Dengan perasaan yang membingungkan dia pun meminta untuk turun dari motor ku. Dengan perasaan tak tega aku pun menurunkannya. Tapi ya sudah lah..kalau memang itu yang dia ingin kan apa boleh buat.
Hujan pun mulai deras aku pun ikut berteduh di salah satu rumah di sekitar situ.
Di bawah atap yang terpancarnya air hujan aku pun termenung memikir kan apakah aku pantas meninggalkan begitu saja seorang wanita yang di basahi deras nya titikan air hujan. Akan tetapi aku pun mulai tersadar aku tak mungkin setega itu. Dan aku memutar balik untuk mencari dia. Akan tetapi dia sudah tidak ada, mungkin dia sudah sampai ke tempat yang dia tuju.
" Terkadang orang yang diperjuangkan belum tentu dia menghargai apa yang telah kita berikan.
Namun kita tak perlu kecewa, karna suatu saat dia akan sadar, orang yang memperjuangkan itu lah yang harus dia pertahan kan" |Ardian Cahya| 07/02/2018
|Ardian Cahya| 05/02/2018
Menjadi seorang yang bertanggung jawab dan selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya, itu lah yang selalu tersirat dihatiku. Meski ku tau mungkin dia merasa biasa-biasa saja saat berjalan sendirian. Tak ada orang yang menjaga dan melindungi. Dia merasa itu tak masalah. Apakah dia pernah berfikir bahwa orang yang selalu memikirkannya sering merasa gelisah atas kekhawatiran yang membuat nya takut dia kenapa-napa. Menurut ku kesalahan yang sering di dialami dari dua insan di setiap hubungan yaitu tidak menghargai dengan apa yang telah dilakukan, yang dia sendiri terkadang tidak mengerti semua itu dilakukan untuk kebaikannya jua.Aku sendiri pernah berfikir bahwa dia adalah wanita yang harus ku lindungi, ku perhatikan dan ku jaga.
" Jangan kau pandang bahwa seberapa jauh aku telah memperjuangkan mu
Tetapi Sadarlah dan tanya kan lah pada dirimu sendiri mengapa kau sangat berarti di dalam hidup ku |Ardian Cahya|05/02/2018 ".
Pagi itu adalah pagi yang mungkin membuat ku kesal, karena sudah banyak perkataan yang ku ucapkan untuk membuat dia mengerti, mengapa aku sangat memperdulikannya. Dia selalu mengelak seakan-akan tidak mau menerima kepedulian ku. Dan dia berbohong seakan-akan ku tak tau hal itu tak terjadi. Harus kah sesuatu selalu di sembunyikan jika sesuatu itu tidak akan merugikan satu sama lain. Harus kah setiap aku bertanya tentang sesuatu dia harus selalu berbohong demi aku tidak mengetahui lebih jauh tentang tentang dirinya. Maaf... aku tak sebodoh yang dia kira. Hujan pun menjadi saksi betapa peduli nya aku kepadanya. Ku ingin dia tau bahwa kepedulian ku adalah bukti bahwa aku sayang padanya. Semoga dia mengerti.
Dia pun juga telah membuat ku binggung dengan petunjuk yang di arahkan pada ku.
Dan aku pun bertanya ke padanya .
" ##### dimana alamat yang mau kau tuju ? " Tanya ku
" Di sini,.... eh lain kesana lagi.....disini aja yhhh." Kata dia.
Aku pun mulai binggung " sendiri mengapa tidak dia kata kan saja alamat yang sebenarnya dimana." kata ku di dalam hati.
Dengan perasaan yang membingungkan dia pun meminta untuk turun dari motor ku. Dengan perasaan tak tega aku pun menurunkannya. Tapi ya sudah lah..kalau memang itu yang dia ingin kan apa boleh buat.
Hujan pun mulai deras aku pun ikut berteduh di salah satu rumah di sekitar situ.
Di bawah atap yang terpancarnya air hujan aku pun termenung memikir kan apakah aku pantas meninggalkan begitu saja seorang wanita yang di basahi deras nya titikan air hujan. Akan tetapi aku pun mulai tersadar aku tak mungkin setega itu. Dan aku memutar balik untuk mencari dia. Akan tetapi dia sudah tidak ada, mungkin dia sudah sampai ke tempat yang dia tuju.
" Terkadang orang yang diperjuangkan belum tentu dia menghargai apa yang telah kita berikan.
Namun kita tak perlu kecewa, karna suatu saat dia akan sadar, orang yang memperjuangkan itu lah yang harus dia pertahan kan" |Ardian Cahya| 07/02/2018
|Ardian Cahya| 05/02/2018

0 komentar: