
Malam itu adalah malam di mana aku merasakan suatu kebahagiaan yang berbeda dari diriku. Suatu kebahagiaan yang tidak biasanya dari hal yang sudah ku jalani bersamanya. Angin pun bertiup kencang dan malam itu mulai terlihat mendung, seakan-akan menandakan bahwa hujan akan turun. Namun pikir ku pun berbeda...Mungkin itu hanya perasaanku saja.
Tak ku sangka orang yang selalu bersama ku merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan saat itu. Dia pun merasakan bahagia di saat aku berada disamping nya, sambil bernyanyi dan memetikan alunan gitar yang sangat merdu.
Lagu pun mulai ku nyanyi kan dengan alunan gitar yang ku mainkan. Namun saat itu dia terdiam dan termenung menatap ku seakan-akan ada sesuatu yang ingin dia ucapkan tetapi dia tak mampu untuk mengucapkannya.
Pada malam itu aku pun juga berkeinginan untuk menciptakan lagu untuk nya. Lagu yang mungkin dapat membuatnya merasa senang saat mendengarnya. Namun pada saat itu bingung ku pun hadir, lirik apa yang pas untuk lagu yang akan ku ciptakan.
Lalu aku pun memintanya untuk mengambil kan selembar keras untuk ku tuliskan sebuah lirik yang akan ku ciptakan.
" ***** punya kertas....?? Tanya ku.."
lalu dia pun menjawab ,..ada.
boleh aku minta selembar kertas.!!
Okey...Tunggu!!!
Lalu dia pun mengambil kertas itu. Namun akan tetapi bukan selembar kertas yang dia bawakan, melainkan satu buah buku diary harian yang sudah lama dia miliki.
Aku pun mulai penasaran hal apa saja yang tertulis di dalam buku harian itu. Lalu saat dia ke belakang rumah, aku pun mulai bergegas untuk membuka buku itu dan membacanya. Ternyata di dalam buku itu banyak hal-hal yang pernah dia alami maupun senang atau pun sedih.
Di saat aku membuka buku itu, Aku pun mulai tersenyum membaca bait demi bait cerita yang dia tulis di dalam buku itu.
Karena dia menuliskan perasaan bahagianya di saat dia dimiliki oleh seseorang yang dia sayang.
Namun akan tetapi di saat aku membaca halaman selanjutnya, Senyum ku pun mulai sedikit menghilang seakan-akan menandakan ada sesuatu hal yang pernah dia alami yang seharusnya tidak pernah terjadi di dalam hidup nya. Aku pun merasa terheran mengapa hal itu bisa terjadi. Dan setelah ku membaca halaman selanjutnya, Ternyata orang yang dia sayang itu pergi meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Orang yang dia harapkan, orang yang selalu ada di lubuk hatinya dan yang selalu membuatnya rindu. Namun semua itu berubah menjadi kekecewaan yang mendalam yang mungkin tak kan mungkin bisa dia lupakan. Aku pun mulai mengerti betapa sakit nya apabila sebuah hati yang berharap kepada orang yang di sayang, namun orang itu tak memperdulikannya, maka di situ lah kekecewaan mulai menghantui perasaan di dalam hati.
Karena aku pun pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang pernah dia alami. Namun disini lah aku dapat belajar dari sebuah pengalaman pahit, ternyata mengharapkan seseorang yang tidak pasti itu sungguh menyakitkan. Karena terkadang apa yang ku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Malam pun sudah larut aku pun bersiap-siap untuk pulang meskipun jujur aku ingin lama bersama nya. Andai saja waktu bisa di jeda aku akan selalu disamping dia, membuat dia tersenyum dan merasa bahagia.



0 komentar: