Dibawah naungan atap yang meneduhkan teriknya matahati di sore
hari, aku pun bersandar di belakang tebing mesjid, menceritakan hari
dimana aku telah membuat seorang wanita yang ku impikan meneteskan air
mata. Membuat suatu senyuman mnjadi tangisan, dan membuat rasa bahagia
menjadi rasa kecewa. Aku tau mungkin hal ini sudah tidak bisa lagi di
jelaskan lewat kata-kata. Hanya air mata lah yang bisa menerangkan
betapa kecewanya hati yang sudah meyakinkan bahwa seseorang yang
dicintai menyembunyikan sesuatu hal yang tidak semestinya dia ketahui.
Hal ini lah yang aku takut kan. Karena menurut ku sebaik nya dia tidak
mengetahui sesuatu itu. Gemetar hati ku disaat dia menangis di pelukan
ku. Seakan-akan dia memberikan suatu isarat bahwa dia merasakan takut
kehilangan. \
Dan akhir nya aku pun menjelaskan apa yang seharus nya tidak aku jelaskan
" Kenapa kamu cemberut begitu ...?" kata ku
" Aku liat di Galeri Hp kamu ada screnshot chatingan...Tolong jelas kan..!!! Kata dia sambil menatap ku
Lalu aku pun terdiam sejenak memikirkan harus dari mana aku menjelaskannya.
" Iya....aku chatingan dengan orang yang menurut ku dia menyukai mu,
aku tau dia mengharapkan mu, dia ingin memiliki mu " Kata ku
Mata nya pun mulai berkaca-kaca. " Dia sudah mengusik hubungan
kita....aku menganggapnya hanya sebatas teman tapi dia menganggap ku
lebih dari pada teman.....aku sudah bilang sama dia jangan ganggu
hubungan ku lagi " kata dia sambil menatap ku.
0 komentar: