Label

Novelku (6)
Cerita Ardian Situs yang terinspirasi dari suatu kisah perjalan hidup

            Dibawah naungan atap yang meneduhkan teriknya matahati di sore hari, aku pun bersandar di belakang tebing mesjid, ...

Di Saat Dia Menangis Di Pelukan Ku

 
          Dibawah naungan atap yang meneduhkan teriknya matahati di sore hari, aku pun bersandar di belakang tebing mesjid, menceritakan hari dimana aku telah membuat seorang wanita yang ku impikan meneteskan air mata. Membuat suatu senyuman mnjadi  tangisan, dan membuat rasa bahagia menjadi rasa kecewa. Aku tau mungkin hal ini sudah tidak bisa lagi di jelaskan lewat kata-kata. Hanya air mata lah yang bisa menerangkan betapa kecewanya hati yang sudah meyakinkan bahwa seseorang yang dicintai menyembunyikan sesuatu hal yang tidak semestinya dia ketahui. Hal ini lah yang aku takut kan. Karena menurut ku sebaik nya dia tidak mengetahui sesuatu itu. Gemetar hati ku disaat dia menangis  di pelukan ku. Seakan-akan dia  memberikan suatu isarat bahwa dia merasakan takut kehilangan. \
    Dan akhir nya aku pun menjelaskan apa yang seharus nya tidak aku jelaskan

" Kenapa kamu cemberut begitu ...?" kata ku
" Aku liat di Galeri Hp kamu ada screnshot chatingan...Tolong jelas kan..!!! Kata dia sambil menatap ku

   Lalu aku pun terdiam sejenak memikirkan harus dari mana aku menjelaskannya.
" Iya....aku chatingan dengan orang yang menurut ku  dia menyukai mu, aku tau dia mengharapkan mu, dia ingin memiliki mu "  Kata ku

Mata nya pun mulai berkaca-kaca. " Dia sudah mengusik hubungan kita....aku menganggapnya hanya sebatas teman tapi dia menganggap ku lebih dari pada teman.....aku sudah bilang sama dia jangan ganggu hubungan ku lagi " kata dia sambil menatap ku.




0 komentar: