Label

Novelku (6)
Cerita Ardian Situs yang terinspirasi dari suatu kisah perjalan hidup

Hujan diwaktu  senja yang semakin deras memaksa ku untuk berhenti melanjutkan perjalanan ku.  Hujan kali ini membawa pikiran ku membayangka...

Hujan diwaktu  senja yang semakin deras memaksa ku untuk berhenti melanjutkan perjalanan ku.  Hujan kali ini membawa pikiran ku membayangkan dan mengingatkan suatu. Sesuatu yang mungkin saat ini aku rasa. Sesuatu yang sulit tuk ku pahami. Di dalam benak ku saat ini aku bertanya apakah mungkin tetesan hujan dapat melupakan segala hal yang pernah aku alami. Namun sadar ku menjawab mungkin tak kan bisa. 

     Aku binggung harus dari mana aku memulai cerita ini. Gemetar jari -jemari ku untuk menuliskan cerita ini. Cerita yang mana seseoran...

     Aku binggung harus dari mana aku memulai cerita ini. Gemetar jari -jemari ku untuk menuliskan cerita ini. Cerita yang mana seseorang yang putus dari harapan, yang di hantui oleh kekecewaan, yang hanya bisa meratapi suatu kenyataan yang begitu pahit yang seharusnya tidak pernah terjadi didalam hidupnya.




        Hari itu adalah hari dimana aku mulai mengenal dia.  Yang senyum nya belum di rampas oleh orang lain,
Yang lembut sikapnya membuat ku selalu memikirkannya. Dia adalah seorang wanita yang kemungkinan hanya ada diatas pengharapan ku.  Dan terkadang hati ini selalu bertanya-tanya. 

        " Apakah mungkin aku bisa memilikinya ?
Namun pikiran ku pun menjawab : " Tidak mungkin,... Karena dia hanya sebatas Angan-anganmu saja, yang hanya hadir di dalam hayalanmu saja.

             Yang dia sendiri berkeinginan mendapatkan orang yang dapat membahagiakan nya dari kemapanan dan kekayaan yang dimiliki oleh orang yang dipilihnya.
Lantas mengapa aku selalu mengharapkannya,....Jika pada akhirnya aku tidak bisa memilikinya. 

        Mungkin benar apa yang pernah dikata kan oleh Imam Syafi'i


" Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Alah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, Supaya kamu mengetahui behwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadanya"

Sabtu Tanggal 27 Januari 2018 adalah hari yang mungkin tak kan pernah terlupakan. Hari yang mungkin tak pernah terulang lagi. Karena d...



Sabtu Tanggal 27 Januari 2018 adalah hari yang mungkin tak kan pernah terlupakan. Hari yang mungkin tak pernah terulang lagi. Karena di hari itu aku merasakan kebahagiaan yang tak bisa aku jelaskan lewat kata-kata. Seakan-akan aku adalah orang yang paling beruntung di hari itu.





       Senyuman nya hadir kembali saat aku menceritakan akan mengajak dia " Joka-Joka"  πŸ˜„πŸ˜„....aku pun pernah binggung sendiri apa maksud dari kata itu. dan aku pernah menanyakan kepada dia.
" *****Joka-joka itu apa? " Kata ku sambil tersenyum
" Joka-joka itu arti nya Jalan-JalanπŸ˜„πŸ˜„. " Jawab nya sambil tertawa.
dan sekarang pun aku mengerti dia mengartikan jalan-jalan dengan sebutan Joka-Joka.

      Memang mulai minggu-minggu sebelumnya aku pun sudah merencanakan hari itu aku akan mengajak dia joka-joka. Tetapi aku binggung sendiri mau ajak joka-joka kemana? tak tau arah dan tujuan.
 Lalu aku pun bertanya kepada dia.

" Eh ***** Emang nya kita mau joka-joka kemana ? " Tanya ku
" Kita nonton aja yuk.....soal nya minggu-minggu ini film rame-rame" jawab dia sambil tersenyum
" Emang nya nonton film apa? "  Tanya ku
" Nonton Film DILAN aja... soal nya film nya udah keluar di bioskop."
"oh gitu...ya udah nanti sore aku jemput kamu." Kata ku

     Sore pun telah tiba aku pun bergegas menuju kerumah dia. Dan setelah sampai di rumah,  Mungkin ini adalah pertama kali nya aku merasakan kue buatan dia yang menurut ku rasa kue tersebut rasa nya antara enak dan aneh. Atau mungkin juga perasaan lidah ku saja yang kurang perfack menilai hasil buatan dia. Dan ku beri nama kue itu dengan " JALABIA HANGIT" πŸ˜€πŸ˜€.  Nama itu mewakili betapa gosong nya kue itu.πŸ˜πŸ˜€πŸ˜€.
      Hari pun sudah  mulai petang roda motor pun sudah mulai berputar menandakan kami sudah berangkat joka-joka . Dan setelah kami sampai dari tujuan, aku pun tersadar mungkin ini adalah pertama kali nya aku nonton dengan didampingi seorang wanita.

        Malam itu adalah malam di mana aku merasakan suatu kebahagiaan yang berbeda dari diriku. Suatu kebahagiaan yang tidak ...




        Malam itu adalah malam di mana aku merasakan suatu kebahagiaan yang berbeda dari diriku. Suatu kebahagiaan yang tidak biasanya dari hal yang sudah ku jalani bersamanya. Angin pun bertiup kencang dan malam itu mulai  terlihat mendung, seakan-akan menandakan bahwa  hujan akan turun. Namun pikir ku pun berbeda...Mungkin itu hanya perasaanku saja.




      Tak ku sangka orang yang selalu bersama ku merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan saat itu. Dia pun merasakan bahagia di saat aku berada disamping nya, sambil bernyanyi dan memetikan alunan gitar yang sangat merdu.




        Lagu pun mulai ku nyanyi kan dengan alunan gitar yang ku mainkan. Namun saat itu dia terdiam dan termenung menatap ku seakan-akan ada sesuatu yang ingin dia ucapkan tetapi dia tak mampu untuk mengucapkannya.
       Pada malam itu aku pun juga berkeinginan untuk menciptakan lagu untuk nya. Lagu yang mungkin dapat membuatnya merasa senang saat mendengarnya. Namun pada saat itu bingung ku pun hadir,  lirik apa yang pas untuk lagu yang akan ku ciptakan.
       Lalu aku pun memintanya untuk mengambil kan selembar keras untuk ku tuliskan sebuah lirik yang akan ku ciptakan.

" ***** punya  kertas....?? Tanya ku.."
lalu dia pun menjawab ,..ada.

boleh aku minta selembar kertas.!!
Okey...Tunggu!!!

Lalu dia pun mengambil kertas itu. Namun akan tetapi bukan selembar kertas yang dia bawakan, melainkan satu buah buku diary harian yang sudah lama dia miliki. 


Aku pun  mulai penasaran  hal apa saja yang tertulis di dalam buku harian itu. Lalu saat dia ke belakang rumah, aku pun mulai bergegas untuk membuka buku itu dan membacanya. Ternyata di dalam buku itu banyak hal-hal yang pernah dia alami maupun senang atau pun sedih. 
       Di saat aku membuka buku itu, Aku pun mulai tersenyum membaca bait demi bait cerita yang dia tulis di dalam buku itu. 
Karena dia menuliskan perasaan bahagianya di saat dia dimiliki oleh seseorang yang dia sayang. 
         Namun akan tetapi di saat aku membaca halaman selanjutnya, Senyum ku pun mulai sedikit menghilang seakan-akan menandakan ada sesuatu hal yang pernah dia alami yang seharusnya tidak pernah terjadi di dalam hidup nya. Aku pun merasa terheran mengapa hal itu bisa terjadi. Dan setelah ku membaca halaman selanjutnya, Ternyata orang yang dia sayang itu pergi meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Orang yang dia harapkan, orang yang selalu ada di lubuk hatinya dan yang selalu membuatnya rindu. Namun semua itu berubah menjadi kekecewaan yang mendalam yang mungkin tak kan mungkin bisa dia lupakan. Aku pun mulai mengerti betapa sakit nya apabila sebuah hati yang berharap kepada orang yang di sayang, namun orang itu tak memperdulikannya, maka di situ lah kekecewaan mulai menghantui perasaan di dalam hati. 
         Karena aku pun pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang pernah dia alami. Namun disini lah aku dapat belajar dari sebuah pengalaman pahit, ternyata mengharapkan seseorang yang tidak pasti itu sungguh menyakitkan. Karena terkadang apa yang ku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. 


      Malam pun sudah larut aku pun bersiap-siap untuk pulang meskipun jujur aku ingin lama bersama nya. Andai saja waktu bisa di jeda aku akan selalu disamping dia, membuat dia tersenyum dan merasa bahagia.

            Dibawah naungan atap yang meneduhkan teriknya matahati di sore hari, aku pun bersandar di belakang tebing mesjid, ...

 
          Dibawah naungan atap yang meneduhkan teriknya matahati di sore hari, aku pun bersandar di belakang tebing mesjid, menceritakan hari dimana aku telah membuat seorang wanita yang ku impikan meneteskan air mata. Membuat suatu senyuman mnjadi  tangisan, dan membuat rasa bahagia menjadi rasa kecewa. Aku tau mungkin hal ini sudah tidak bisa lagi di jelaskan lewat kata-kata. Hanya air mata lah yang bisa menerangkan betapa kecewanya hati yang sudah meyakinkan bahwa seseorang yang dicintai menyembunyikan sesuatu hal yang tidak semestinya dia ketahui. Hal ini lah yang aku takut kan. Karena menurut ku sebaik nya dia tidak mengetahui sesuatu itu. Gemetar hati ku disaat dia menangis  di pelukan ku. Seakan-akan dia  memberikan suatu isarat bahwa dia merasakan takut kehilangan. \
    Dan akhir nya aku pun menjelaskan apa yang seharus nya tidak aku jelaskan

" Kenapa kamu cemberut begitu ...?" kata ku
" Aku liat di Galeri Hp kamu ada screnshot chatingan...Tolong jelas kan..!!! Kata dia sambil menatap ku

   Lalu aku pun terdiam sejenak memikirkan harus dari mana aku menjelaskannya.
" Iya....aku chatingan dengan orang yang menurut ku  dia menyukai mu, aku tau dia mengharapkan mu, dia ingin memiliki mu "  Kata ku

Mata nya pun mulai berkaca-kaca. " Dia sudah mengusik hubungan kita....aku menganggapnya hanya sebatas teman tapi dia menganggap ku lebih dari pada teman.....aku sudah bilang sama dia jangan ganggu hubungan ku lagi " kata dia sambil menatap ku.




Hujan di waktu pagi mengingatkan ku saat bersamanya- Sejauh mata memandang di bawah rintikan hujan  aku pun melihat dia berjalan sendir...


Hujan di waktu pagi mengingatkan ku saat bersamanya-Sejauh mata memandang di bawah rintikan hujan  aku pun melihat dia berjalan sendiri melangkah kan kaki untuk menuju suatu harapan yang kau cita-citakan. Namun aku tak mau diam sendiri. Karna aku tersadar seorang wanita tak harus berjalan sendiri dibawah rintikan hujan.


      Menjadi seorang yang bertanggung jawab dan selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya, itu lah yang selalu tersirat dihatiku. Meski ku tau mungkin dia merasa biasa-biasa saja saat berjalan sendirian. Tak ada orang yang menjaga dan melindungi. Dia merasa itu tak masalah. Apakah dia pernah berfikir bahwa orang yang selalu memikirkannya sering merasa gelisah atas kekhawatiran yang membuat nya takut dia kenapa-napa. Menurut ku kesalahan yang sering di dialami dari dua insan di setiap hubungan yaitu tidak menghargai dengan apa yang telah dilakukan, yang dia sendiri terkadang tidak mengerti semua itu dilakukan untuk kebaikannya jua.Aku sendiri pernah berfikir bahwa dia adalah wanita yang harus ku lindungi, ku perhatikan dan ku jaga.

" Jangan kau pandang bahwa seberapa jauh aku telah memperjuangkan mu
Tetapi Sadarlah dan tanya kan lah pada dirimu sendiri mengapa kau sangat berarti di dalam hidup ku        |Ardian Cahya|05/02/2018 ".

Pagi itu adalah pagi yang mungkin membuat ku kesal, karena sudah banyak perkataan yang ku ucapkan  untuk membuat dia mengerti, mengapa aku sangat memperdulikannya. Dia selalu mengelak seakan-akan tidak mau menerima kepedulian ku. Dan dia berbohong seakan-akan ku tak tau hal itu tak terjadi. Harus kah sesuatu selalu di sembunyikan jika sesuatu itu tidak akan merugikan satu sama lain. Harus kah setiap aku bertanya tentang sesuatu dia harus selalu berbohong demi aku tidak mengetahui lebih jauh tentang tentang dirinya. Maaf... aku tak sebodoh yang dia kira. Hujan pun menjadi saksi betapa peduli nya aku kepadanya. Ku ingin dia tau bahwa kepedulian ku  adalah bukti bahwa aku sayang padanya. Semoga dia mengerti.
     Dia pun juga telah membuat ku binggung dengan petunjuk yang di arahkan pada ku.
Dan aku pun bertanya ke padanya .
  " ##### dimana alamat yang mau kau tuju ? " Tanya ku
  " Di sini,.... eh lain kesana lagi.....disini aja yhhh." Kata dia.
 Aku pun mulai binggung " sendiri mengapa tidak dia kata kan saja alamat yang sebenarnya dimana." kata ku di dalam hati.
      Dengan perasaan yang membingungkan dia pun meminta untuk turun dari motor ku. Dengan perasaan tak tega aku pun menurunkannya. Tapi ya sudah lah..kalau memang itu yang dia ingin kan apa boleh buat.  
     Hujan pun mulai deras aku pun ikut berteduh di salah satu rumah di sekitar situ.
Di bawah atap yang terpancarnya air hujan aku pun termenung memikir kan apakah aku pantas meninggalkan begitu saja seorang wanita yang di basahi deras nya titikan air hujan. Akan tetapi aku pun mulai tersadar aku tak mungkin setega itu. Dan aku memutar balik untuk mencari dia. Akan tetapi dia sudah tidak ada, mungkin dia sudah sampai ke tempat yang dia tuju.

" Terkadang  orang yang diperjuangkan belum tentu dia menghargai apa yang telah kita berikan.
Namun kita tak perlu kecewa, karna suatu saat dia akan sadar, orang yang memperjuangkan itu lah yang harus dia pertahan kan" |Ardian Cahya| 07/02/2018




                                                                                                     |Ardian Cahya| 05/02/2018

 Bertahun-tahun telah ku pendam rasa yang besarang di dalam hati. Rasa yang aku sendiri tak mengerti mengapa aku harus merasakannya. Me...

http://arsip-ardian-file.blogspot.co.id/2018/01/berjuang-untuk-bangkit-dari-harapan.html

 Bertahun-tahun telah ku pendam rasa yang besarang di dalam hati. Rasa yang aku sendiri tak mengerti mengapa aku harus merasakannya. Menurut ku  ini adalah suatu kesalahan terbesar didalam hidup ku. Mengapa harus seperti ini...? Salah kah aku bila aku berharap kepada seseorang yang tak memperdulikan ku. yang dia sendiri merasa tak mengenal ku meskipun disisi lain aku pernah hadir didalam hidupnnya. meskipun hanya sesaat. Sungguh sangat mengecewakan jika menjadi seorang pengharap. Selalu ada namun tak di anggap.
      Rasa cemburu pun sering menghantui ku disaat ku sering melihat  mereka berjalan berdua disaat datang dan pulang Sekolah. Tapi tak menggapa karena aku pun mengerti orang yang sedang jatuh cinta dunia pun serasa milik berdua. meskipun disisi lain mereka belum memiliki hubungan yang sah dalam agama.
    Hari demi hari ku lewati seakan-akan aku menunggu datang nya hari dimana aku bisa memiliki nya.
Harapan demi harapan sudah ku luap kan didalam hati. Agar akhir nya aku bisa bersamanya.
Bait demi bait nama nya pun selalu ku ikut sertakan di dalam do'a ku. Semoga dia adalah jalan hidup ku. Tetapi aku salah, karena semua itu hanya sebatas angan-angan ku  yang selalu hadir di setiap
 pikiran ku.
    Terkadang aku sering bertanya-tanya kepada diri ku sendiri pantas kah orang sesederhana ku bisa memiliki seseorang yang berkeinginan untuk mendapatkan kekasih yang mapan. Kekasih yang dapat memuaskan hati nya akan materi. Karena aku pun tau orang tua nya pernah menceritakan tentang dia kepada ku. 
Pada saat itu aku pun mulai mengerti mungkin sudah naluri seorang perempuan ingin mendapatkan kekasih yang mapan.
         Panas nya hati seperti nya sudah menjadi hal yang biasa,  karena aku sendiri satu sekolah dengan dia. Setiap ku melangkah kan kaki ku di atas terik nya matahari aku pun sering memandang dia dari kejauhan. Meskipun tak terlalu nampak paras nya yang indah dan senyuman yang selalu membuat ku terpana, Namun aku pun selalu merasakan dia selalu dekat dengan ku. Meskipun dia bukan milik ku.
         Dan seiring berjalannya waktu saat aku lulus sekolah aku pun sudah tidak lagi mendengar kabar dia.
Namun terakhir ku dengar ternyata dia sudah menikah  dengan seseorang yang dia pilih. Namun ku sangka dia menikah dengan pacar ya waktu sekolah dulu. Ternyata perkiraan ku salah, dia menikah dengan orang yang mungkin keluarga nya sudah saling mengenal. Dan mungkin ada sedikit kisah perjodohan diantara keluarga mereka.
               Di saat pernikahan mereka pada tahun 2017 silam, disitu lah pengharapan ku sudah runtuh. Niat hati yang selalu di iringi dengan do'a kini sudah sirna. Hati pun mulai rapuh seakan-akan tidak ada lagi jalan untuk bisa memilikinya. Hanya bisa meratapi hati dengan penuh kekecewaan.
     Namun akan terapi terkadang aku menyadari, aku tak harus seperti ini. Mungkin Tuhan memberikan jalan lain untuk ku yang ku yakin kan jalan itu adalah jalan yang terbaik untuk ku. Dan mungkin juga ini adalah awal agar aku bisa mendewasakan diri. Perjuangan ku untuk bangkit pun sudah mulai terniatkan. Keteguhan hati yang selalu di uji dengan rasa kecewa pun sudah ku tegak kan.
   Aku tak memaksakan diri ku untuk bisa melupakan nya. Karena  " Orang yang pernah kita kenal tidak akan pernah bisa dilupakan, Namun kita hanya tidak menyadari bahwa kita pernah mengenal nya".  Ardian Cahya|28|01|2017
          Dan hingga saat ini aku pun sudah mulai terbiasa dengan hati yang sudah pulih kembali.
Aku pun menyesali betapa bodoh nya aku yang selalu berharap dan terus berharap kepada orang yang tidak akan mungkin bisa aku miliki.
        Namun semuanya sudah berubah setelah aku mengenal seorang wanita yang dikehendaki Tuhan untuk mengenal ku. seseorang yang telah mengobati ku saat aku jatuh dari harapan.
Dia tempat ku berbagi suatu kisah. Dan dia juga memberi ku waktu untuk bisa bersamanya disaat aku gundah. Aku pun tak menyangka mengapa aku bisa mengenal dia. Mungkin akhir dari kisah ini adalah awal dari cerita ku pada dia. Salam Kenal Wanita yang ku kenal pada tanggal 10 September 2017.






                                                                                                 Ardian Cahya|28/Januari/2018